Seperti desersi itu yang aku rasakan

Seperti desersi itu yang aku rasakan , Ketika saudara-saudara ku dari berbagi penjuru dari pelosok negeri datang untuk menghadiri daurah nasional ke 16 di Jakarta pada tanggal 14 – 15 juli 2018, Saya malah hendak pergi pada malam ini (13 Juli 2018)  untuk pulang menemui keluarga di Kroya, Jawa Tengah.

Seperti desersi itu yang aku rasakan
Seperti desersi itu yang aku rasakan. Illustrasi photo dari https://pixabay.com/en/lonely-bench-lea-park-alone-1715994/

Bukan tidak Hadir karena tidak suka akan judul materi, atau siapa yang menjadi pemateri atau siapa yang menjadi penyelenggara, bukan .. bukan itu alasan* saya.

Saya yang pulang ke rumah untuk menemui Istri dan Anak-anak per-2 pekan sekali, serasa berat untuk mereschedule jadwal tersebut. Sebagian saudaraku yang menjadi panitia sepertinya kecewa karena Saya tidak bisa ikut berpartisipasi dalam acara daurah nasional ke 16 tersebut, alhamdulillah saya dapat kesempatan membantu dalam bentuk yang lain bersama tim dakwahstudio.

Maaf, cuma itu yang bisa Saya ucapkan dan perasaan sungkan yang akan terus Saya rasakan, semoga ini bisa menjadi udzur Saya nanti kelak di akhirat, dan pastinya semoga Acara daurah nasional ke 16 ini lancar (yasarallahu fii umuuriikum) dan Masyarakat bisa mengambil banyak manfaat dari acara ini.

Ana uhibbukum fillahi

 

Catatan Kaki:

*Dalam istilah militer, desersi adalah pengingkaran tugas atau jabatan tanpa permisi (pergi, bebas atau meninggalkan) dan dilakukan dengan tanpa tujuan kembali. Saya hanya meminjam istilah ini karena ada sedikit kemiripan saja, karena pada kenyataannya tidak ada paksaan atau hukuman ketika tidak menghadiri daurah nasional ke 16 ini , semua dilakukan karena kesadaran diri dan ikhlash mengharap ridho Allah semata.

*Alasan cuma jadi alasan, kutipan dari seorang teman

 

 

Leave a Reply