[vc_row][vc_column][vc_column_text]Pernyataan ini muncul dari sahabat Nabi shalallahu alaihi wasalam yang mulia, yakni Muadz bin Jabal radhiallahu anhu

Allah tidak meng-adzab hambanya yang beribadah kepadanya, Namun Allah akan meng-adzab hamba-Nya yang menyelisihi sunnah Nabi-Nya

Disaat itu ada seorang yang memperbanyak sholat diwaktu setelah adzan shubuh dan sebelum iqamah, sholat sunnah yang di anjurkan ialah sholat sunnah fajar, yakni ‘hanya’ sebanyak dua rakaat.

Melihat kejadian ini Muadz bin Jabal menegur orang tersebut, kemudian orang tersebut menyangkal dan menjawab “Apakah Allah akan meng-adzab hambaNya karena beribadah kepadanya?”

kemudian Muadz bin jabal radhiallahu anhu menjawab

Allah tidak meng-adzab hambanya yang beribadah kepadanya, Namun Allah akan meng-adzab hamba-Nya yang menyelisihi sunnah Nabi-Nya

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Didengarkan dari (menit ke 14)

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]