Erwin Prasetyo

Erwin Prasetyo

UI Designer & Wordpress Expert from Indonesia

Berdoalah, Meski Diri Bergelimang Dosa

Berdoalah, Meski Diri Bergelimang Dosa

Ibnu Hajar ???????????? berkata, “Jangan sampai buruk sangkamu terhadap dirimu, banyaknya dosamu, menghalangi dirimu untuk berdoa kepada Allah. Sungguh Dia telah mengabulkan permintaan Iblis ketika ia berdoa*,

iblis berkata “Wahai Tuhanku, tangguhkanlah aku hingga hari kebangkitan.”

Allah pun (mengabulkannya dan) berkata,

“Sesungguhnya engkau termasuk orang yang diberi penangguhan.”

Fathul Bari 11/168

________________________________________________________

*

“Wahai Rabbku, berilah aku waktu sampai hari kebangkitan.” (QS. Shad: 79)

Iblis menebar permusuhan di kalangan Adam dan anak cucunya serta minta ditangguhkan untuk melakukannya sampai hari kiamat. Maka Allah subhanahu wa ta’ala pun menjawab:

“Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai pada hari yang telah di tentukan waktunya.” (QS. Shad: 80-81)

Yang muda duduk sedangkan yang tua berdiri

Yang muda duduk sedangkan yang tua berdiri atau sebaliknya ? Kalo sering diangkutan umum atau public transportation bahasa kerennya, cieelah…. Yang tua duduk dan yang muda berdiri. Namun ternyata dari kita sekolah kita selalu diajarkan bahwa yang muda duduk sedangkan yang tua berdiri.

Ilustrasi gambar Pixabay

Gak percaya? atau bahkan ajaran ini sudah masuk ke alam bawah sadar kita, jadi begitu ada pernyataan Yang tua duduk dan yang muda berdiri, hati kecil ini seolah menolak dan mengingkarinya.

Yup, Semua diawali ketika kita dahulu sekolah, dikala TK (jaman saya belum ada PAUD) Kita yang masih kecil (dan muda pastinya) duduk di bangku, duduk yang manis atau apapun itu dan guru kita yang lebih tua berdiri untuk mengajar.

Nah disitu kenapa saya bilang pikiran alam bawah sadar kita mulai terbentuk, bahwasanya yang muda duduk sedangkan yang tua berdiri sedikit demi sedikit menjadi sebuah Fakta dan pendidikan yang kita terima.

Karena apa, jarang atau mungkin tidak pernah terjadi dibeberapa guru, yang nantinya memberikan nasehat bahwa “anak-anak , nanti kalau naik angkutan umum , Prioritaskan orang tua supaya duduk ya dan kalian yang masih muda berdiri”, saya sendiri yang sekolah lebih dari 12tahun, tidak pernah menerima ini.

Makanya begitu ada himbauan bahwa agar kita memprioritaskan orang tua dan ibu hamil supaya duduk di angkutan umum, banyak dari kita yang gak mau atau beneran nolak, sebagiannya ya karena mikir, “gw bayar sama kayak lu, masa gw ngalah”.

Tapi yang lebih hebatnya itu tadi, didikan yang diterima pikiran alam bawah sadar kita Yang muda duduk sedangkan yang tua berdiri sudah terbentuk, bahkan dikala dulu waktu SMU, guru saya yang hamil sudah besar pun masih berdiri disaat mengajar.

He..he.. Jangan marah atau gusar setelah membaca tulisan saya ya, ya itu kadang untuk mengubah kebiasaan lama memang sulit tapi bukan tidak mungkin, Kita ini dianugerahkan Akal dan Pikiran, semoga dengan tulisan saya ini bisa menggubah atau mengganggu pikiran bawah sadar kita yang terbiasa Yang muda duduk sedangkan yang tua berdiri

Tetap Semangat Kawan …

qTranslate X Problem with PHP 7.1

qTranslate X Problem with PHP 7.1 , When PHP 7.1 is enabled and you get this message on your site:

Warning: Parameter 2 to qtranxf_postsFilter() expected to be a reference, value given in /var/www/DOMAIN/htdocs/wordpress/wp-includes/class-wp-hook.php on line 298

Here how to solve qTranslate X Problem with PHP 7.1

You will find it in qtranslate-x/qtranslate_frontend.php

In line 523 change

function qtranxf_postsFilter($posts,&$query) {//WP_Query

to

function qtranxf_postsFilter($posts,$query) {//WP_Query

and in line 597 change

function qtranxf_excludeUntranslatedPosts($where,&$query) {//WP_Query

to

function qtranxf_excludeUntranslatedPosts($where,$query) {//WP_Query

 

Source : https://wordpress.org/support/topic/problem-with-php-7-1-2/#post-8908632

Mengikuti Metode apapun dalam menentukan Hilal, Kita harus bersama pemerintah

Banyak cara atau metode dalam menentukan hilal, dan mengikuti Metode apapun dalam menentukan Hilal, Kita harus bersama pemerintah. Karena islam menekankan persatuan dalam menetapkan hilal.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

اسمعوا وأطيعوا فإنما عليكم ما حملتم وعليهم ما حملوا

Dengar dan taatlah (kepada penguasa). Karena yang jadi tanggungan kalian adalah yang wajib bagi kalian, dan yang jadi tanggungan mereka ada yang wajib bagi mereka” (HR. Muslim 1846)

Dan tentu saja hal ini sesuai dengan Kalamullah :

أطِيعُوا الله وأطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولى الأمْرِ مِنْكُمْ

Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya serta ulil amri kalian” (QS. An Nisa: 59)

Penetapan Puasa

Sahabat Ibnu Umar berkata:

«تَرَائِى النَّاسُ الْهِلَالَ،» فَأَخْبَرْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنِّي رَأَيْتُهُ فَصَامَهُ، وَأَمَرَ النَّاسَ بِصِيَامِهِ

Orang-orang melihat hilal, maka aku kabarkan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa aku melihatnya. Lalu beliau memerintahkan orang-orang untuk berpuasa” (HR. Abu Daud no. 2342, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud)

Penetapan Ied

أَنَّ رَكْبًا جَاءُوا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَشْهَدُونَ أَنَّهُمْ رَأَوُا الْهِلَالَ بِالْأَمْسِ، فَأَمَرَهُمْ أَنْ يُفْطِرُوا، وَإِذَا أَصْبَحُوا أَنْ يَغْدُوا إِلَى مُصَلَّاهُمْ

Ada seorang sambil menunggang kendaraan datang kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ia bersaksi bahwa telah melihat hilal di sore hari. Lalu Nabi memerintahkan orang-orang untuk berbuka dan memerintahkan besok paginya berangkat ke lapangan” (HR. At Tirmidzi no.1557, Abi Daud no.1157 dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud)

 

Jadi bagi yang masih mengikuti ulama, ustadz, kyai , habib dan dsb yang menyelisihi sunnah nabi dalam hal ini perintah untuk mentaati keputusan pemerintah, semoga kalian sadar dan dimudahkan agar bisa mentaati Allah dan rasulnya dengan mudah. Semoga Allah mengumpulkan kita bersama di jannahnya kelak.. aamiin

 

Yup posisi nabi muhammad shalallahu alaihi wasalam kala itu, selain sebagai nabi dan rasul Allah, tetapi beliau pada saat itu adalah juga sebagai pemerintah, yang mengayomi masyarakatnya dalam hal ini umat islam dan yang mengikuti syariat.

 

 

Cara memilih pemimpin dalam islam

Sebentar lagi Pemilu 2019 di Indonesia, Mungkin banyak dari kita yang belum tahu cara memilih pemimpin dalam islam. Apa yang saya tulis tentang cara memilih pemimpin dalam islam ditulis berdasarkan apa yang saya ingat dari apa yang telah saya ketahui setelah membaca siroh (sejarah) dan mendengar penjelasan ustadz ahlussunnah wal jamaah. Cara memilih pemimpin dalam islam yang terbaik yakni dikala islam dipimpin oleh Khulafaur Rasyidin yakni generasi terbaik dalam islam.

Cara memilih pemimpin dalam islam secara garis besar bisa di jelaskan seperti berikut ini

  1.  Ditunjuk langsung oleh pemimpin sebelumnya. Hal ini telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasalam ketika menjelang wafatnya, ketika beliau sakit , beliau menunjuk Abu bakr ash-shidiq radhiallahu anhu menjadi imam sholat. Atas dasar itulah ketika Nabi shalallahu alaihi wasalam wafat, para shahabat Nabi, menunjuk Abu bakr sebagai Pemimpin.Setelah Abu bakr memimpin hingga menjelang wafatnya, beliau kemudian mewasiatkan agar pemimpin setelahnya adalah Umar bin khatthab radhiallahu anhu.
  2. Di Musyawarahkan oleh Ulama (Ahlul ilmi). Dimasa Umar bin Khatthab, berkumpulah sebagian sahabat yang kemudian di kenal sebagai Ahli syura yakni orang-orang yang berilmu dan kemudian bermusyawarah untuk memutuskan siapa nanti pengganti Umar bin khattab jika nanti beliau wafat, kemudian ditunjuklah beberapa kandidat diantaranya Utsman bin Affan, Ali bin abu thalib , Abdullah bin Umar bin Khathab (putra umar ibnu khattab) dan beberapa kandidat lainnya. Para kandidat ini dipilih BUKAN KARENA MEREKA MENCALONKAN DIRI tapi para ahli syura melihat keilmuan para kandidat tersebut dan kemampuannya dalam memimpin. Maka memang tidak diketahui seorang itu berilmu atau tidak, melainkan orang yang berilmu lah yang mengabarkan kepada kita.Dari sini kita bisa mengetahui cara memilih pemimpin dalam islam, bahwa mereka tidak melibatkan masyarakat karena secara umum, masyarakat tingkat keilmuannya terbatas, berbeda dengan Ahli syura karena mereka dimasa keislamannya selalu mendampingi rasulullah shalallahu alaihi wasalam.Ketika Umar sakit keras karena luka yang disebabkan oleh orang yang berusaha membunuhnya, pembunuhnya adalah budak yang beragama majusi (penyembah api), yang sekarang makam pembunuh umar ini dimuliakan oleh orang yang beragama syiah (Allahu musta’an). Kejadian ini terjadi di waktu sholat shubuh, ketika Umar menjadi imam dalam sholat shubuh, dalam upaya pembunuhan tersebut, wafat juga 9 orang shahabat yang mulia karena ketika orang majusi tersebut ingin kabur ia menebaskan pisau yang beracun ke orang disekitarnya, hingga pada akhirnya pembunuh tersebut akhirnya bisa ditangkap.Kembali ke pembahasan cara memilih pemimpin dalam islam, Umar mengisyaratkan kepada anaknya Abdullah bin Umar agar menggantikan posisinya, namun Abdullah serta merta menolak jabatan (catatan : Masya Allah, di jaman sekarang hal ini sudah jarang terjadi) kemudian Abdullah memberi solusi agar bisa memilih kandidat lain dari kandidat yang sudah di pilih oleh Ahli Syura. Yakni Utsman bin Affan.Utsman kemudian memimpin dan menaklukan dunia dibawah kepemimpinannya. Kemudian Utsman dibunuh oleh para pemberontak kala itu , mereka yang membunuh adalah orang-orang yang baru keislamannya dan tidak mengetahui keilmuan dan keutamaan utsman bin affan. Bisa dibilang mereka adalah orang-orang yang bodoh. Singkat kisah, setelah itu Ahlu syura menunjuk Ali bin Abi thalib radhiallahu anhu, karena secara urutan yang di musyawarahkan Ali yang akan menjadi pemimpin setelah utsman bin affan radhiallahu anhu. Setelah Ali memimpin dengan kepemimpinan yang terbaik, datang lagi para pemberontak, mereka kemudian dikenal sebagai khawarij yah kalau dimasa ini mirip dengan ISIS atau Al-Qaeda, Ali radhiallahu anhu dibunuh ketika hendak berangkat sholat shubuh. Setelah itu kepemimpinan yang kosong diisi oleh anak beliau yakni Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu.
  3. Diserahkan oleh pemerintah sebelumnya. Ketika Hasan memimpin, konflik sudah terjadi dikala itu antara Ali dan Muawiyah radhiallahu anhuma, keduanya berselisih dan berperang satu sama lain. Muawiyah kala itu menuntut balas atas pembunuh utsman bin affan , namun ketika itu Ali radhiallahu anhu sudah menjadi pemimpin yang sah, sehingga Ali menginginkan agar Muawiyah berbaiat (sumpah setia) dulu kepada Ali bin abu thalib radhiallahu anhu kemudian baru mencari siapa pembunuh utsman bin affan.Hasan radhiallahu anhu kemudian menjadi Pemimpin dan berperang dengan Muawiyah radhiallahu anhu, Posisi Hasan sebagai pemimpin yang sah, dan kala itu hampir menyudahi perlawanan Muawiyah radhiallahu anhu. Disaat itu datang salah satu shahabat Nabi yang membawakan hadits (secara makna) bahwa Nabi shalallahu alaihi wasalam mengabarkan bahwa Hasan akan mendamaikan kedua belah pihak. Ketika mendengar hadits tersebut Hasan kemudian menyerahkan kepemimpinannya kepada Muawiyah radhiallahu anhu.

 

Setelah itu banyak terjadi kejadian dalam upaya meraih kepemimpinan, pemberontakan dsb. Yang jelas secara syariat Nabi muhammad memerintahkan agar umat ini taat kepada pemimpin muslim apapun yang terjadi. Syariat tidak mengajarkan agar rakyat memilih siapa pemimpinnya, namun lebih untuk ketaatan kepada pemimpin yang ada. Memilih Pemimpin dilakukan oleh ulama.

Untuk lebih jelas dan lengkapnya silahkan membaca dan mendengar ceramah ustadz terutama tentang pembahasan kitab Aqidah Salaf wa ashabul Hadits. Yup, kepemimpinan dalam islam juga merupakan bagian dari Aqidah.

Kesimpulan:

  • Pemimpin boleh ditunjuk oleh pemimpin sebelumnya
  • Pemimpin dipilih oleh para ulama
  • Kepemimpinan boleh diserahkan oleh pemimpin sebelumnya
  • Menjadi pemimpin, bukanlah sebuah obsesi melainkan tanggung jawab yang besar oleh karena itu Abdullah bin Umar menolak jabatan tersebut
  • Tidak boleh merekomendasikan diri agar menjadi Pemimpin
  • Kewajiban rakyat ialah taat kepada pemimpin, bukan memilih pemimpinnya

Sumber rujukan :
– Kitab Aqidah salaf wa ashabul hadits karya Imam AshShabuni.
– Ceramah Ustadz ahlussunnah wal jama’ah

 

Pembatalan tiket KA melalui aplikasi KAI Access

Belum lama ini PT.KAI melakukan aplikasi KAI Access sehingga Pengguna bisa melakukan Pembatalan tiket KA melalui aplikasi KAI Access. Pembatalan tiket KA melalui aplikasi KAI Access ini mempermudah pengguna jasa moda tranportasi kereta ini sehingga tidak perlu melakukan pembatalan ke customer service di stasiun kereta.

Berikut saya akan coba memberitahu bagaimana cara Pembatalan tiket KA melalui aplikasi KAI Access

  1. Buka aplikasi KAI Access, dalam hal ini pembatalan tiket KA melalui aplikasi KAI Access yang saya lakukan menggunakan aplikasi Android
  2. Kemudian pilih Menu My Trip, Nah entah kenapa di aplikasi KAI Access saya , tulisan My Trip nya tidak terbaca atau tertulis dengan sempurna.

    Pembatalan tiket KA melalui aplikasi KAI Access

    My Trip

  3. My Trip ini bukan hanya list tiket yang Anda beli di melalui aplikasi KAI Access , semua tiket yang anda beli bisa di tambah disini
  4. Pilih tiket yang Anda ingin batalkan

    This slideshow requires JavaScript.

  5. Kemudian pastikan data Anda sesuai dengan tiket yang ingin di batalkan, pilih

    This slideshow requires JavaScript.

  6. Kemudian ,
  7. Selesai, tunggu transferan uang masuk dari PT. KAI, proses ini butuh waktu maksimal 45 hari
    Jika sudah memasukan nomor rekening dan nomor rekening telah diverifikasi maka PT KAI akan mengirimkan email verifikasi
    Pembatalan tiket KA melalui aplikasi KAI Access

Demikian tulisan saya tentang Pembatalan tiket KA melalui aplikasi KAI Access , semoga bermanfaat

Allah tidak meng-adzab hambanya yang beribadah kepadanya, Namun Allah akan meng-adzab hamba-Nya yang menyelisihi sunnah Nabi-Nya

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Pernyataan ini muncul dari sahabat Nabi shalallahu alaihi wasalam yang mulia, yakni Muadz bin Jabal radhiallahu anhu

Allah tidak meng-adzab hambanya yang beribadah kepadanya, Namun Allah akan meng-adzab hamba-Nya yang menyelisihi sunnah Nabi-Nya

Disaat itu ada seorang yang memperbanyak sholat diwaktu setelah adzan shubuh dan sebelum iqamah, sholat sunnah yang di anjurkan ialah sholat sunnah fajar, yakni ‘hanya’ sebanyak dua rakaat.

Melihat kejadian ini Muadz bin Jabal menegur orang tersebut, kemudian orang tersebut menyangkal dan menjawab “Apakah Allah akan meng-adzab hambaNya karena beribadah kepadanya?”

kemudian Muadz bin jabal radhiallahu anhu menjawab

Allah tidak meng-adzab hambanya yang beribadah kepadanya, Namun Allah akan meng-adzab hamba-Nya yang menyelisihi sunnah Nabi-Nya

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Didengarkan dari (menit ke 14)

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Apa bedanya Programmer dan Developer ?

Apa bedanya Programmer dan Developer ? artikel yang dipublikasikan di codepolitan akan menjawabnya

Programmer dan developer merupakan salah satu pekerjaan yang paling hangat dibahas di dunia IT. Namun banyak orang masih menganggap bahwa programmer dan developer adalah pekerjaan yang mempunyai tingkatan yang sama. Hmm, benarkah? Ini dia perbedaan programmer dan developer.

Apa bedanya Programmer dan Developer ?

Apa bedanya Programmer dan Developer ? (gambar:https://unsplash.com/photos/Agx5_TLsIf4)

Programmer

Programmer adalah seseorang yang mampu menyelesaikan masalah dengan menggunakan bahasa pemrograman. Mereka mempunyai banyak kemampuan terdiri dari berbagai level, mereka handal dalam menulis kode, mengerti algoritma dan sering bekerja sendiri.

Seorang programmer menguasai setidaknya satu bahasa pemrograman dan handal dalam menggunakannya. Programmer biasanya merupakan lulusan dari Universitas dengan jurusan ilmu komputer atau informatika. Ada juga programmer yang bukan berasal dari Universitas, seperti pelajar sekolah menengah kejuruan di bidang informatika, atau orang yang belajar otodidak dari buku, internet, kursus, bootcamp dan sebagainya.

Developer

Developer adalah seorang programmer yang sudah terlatih, mereka tidak hanya menyelesaikan masalah, namun juga membangun suatu produk. Mereka melakukannya sesuai dengan prinsip-prinsip desain dan implementasi rekayasa perangkat lunak, termasuk hal-hal seperti kinerja, maintainability, skalabilitas, ketahanan, dan idealnya keamanan diikutkan juga.

Developer juga bisa dikatakan sebagai seseorang yang dapat menggunakan banyak sistem dan bahasa pemrograman yang berbeda serta membuatnya terhubung satu sama lain. Developer merupakan seseorang yang profesional, dapat bekerja dengan orang lain, dan punya kemampuan berkomunikasi yang baik.

Developer memiliki pengalaman yang cukup untuk menyelesaikan masalah yang sudah pernah ia selesaikan sebelumnya dan tahu mana metode yang berhasil dan mana yang tidak. Developer biasanya menggambarkan tujuan, dan mereka merancang perangkat lunak yang akan diambil. Developer memiliki lebih banyak kebebasan karena mereka memiliki pengalaman yang lebih dalam.

Programmer juga bisa disebut coder, sedangkan developer juga bisa disebut software engineer. Lebih sederhana, programmer bisa dikatakan seorang penyelesai masalah dan Developer bisa dikatakan seorang yang tidak hanya menyelesaikan masalah namun punya kinerja yang terstruktur dan disiplin.

Jadi perbedaan antara programmer dan developer yang paling mendasar adalah tingkatan derajatnya. Developer lebih banyak membutuhkan waktu, tenaga, dan pengalaman dibanding programmer. Sedangkan programmer dapat mempercepat penyelesaian masalah dengan jumlah waktu yang lebih singkat, tetapi mere